Strategi & Manajemen
Design Thinking dalam Bisnis: Cara Perusahaan Menciptakan Produk yang Benar-Benar Dibutuhkan
Mengenal design thinking sebagai pendekatan inovasi bisnis: berempati dengan pengguna, mendefinisikan masalah, mencari ide, membuat prototipe, dan menguji, beserta contoh penerapannya.
Desainer produk dan seniman terbiasa mencoba, mengamati, dan memperbaiki karya berulang kali. Cara berpikir ini kini diadopsi banyak perusahaan dalam bentuk design thinking, sebuah pendekatan untuk menciptakan produk dan layanan yang benar-benar menjawab kebutuhan pengguna.
Berempati dengan Pengguna
Tahap pertama adalah memahami pengguna secara mendalam melalui wawancara, observasi, dan mencoba sendiri pengalaman mereka. Tujuannya menemukan kebutuhan dan frustrasi yang mungkin tidak terungkap dalam survei biasa.
“Temuan dari tahap empati dirumuskan menjadi pernyataan masalah yang jelas dan berpusat pada pengguna.”
Mendefinisikan Masalah dan Mencari Ide
Temuan dari tahap empati dirumuskan menjadi pernyataan masalah yang jelas dan berpusat pada pengguna. Setelah itu, tim mencari sebanyak mungkin ide solusi tanpa langsung menilai, lalu memilih ide yang paling menjanjikan.
Prototipe dan Uji Coba
Prototipe tidak harus sempurna; bisa berupa sketsa, model kertas, atau versi sederhana aplikasi. Prototipe diuji kepada pengguna untuk mendapatkan umpan balik cepat dan murah sebelum investasi besar dilakukan.
Proses ini bersifat berulang; tim dapat kembali ke tahap sebelumnya berdasarkan hasil uji.
Penerapan dalam Bisnis
Design thinking dapat diterapkan untuk merancang produk baru, memperbaiki layanan pelanggan, hingga menyederhanakan proses internal. Kuncinya adalah keberanian mencoba dan kesediaan mendengarkan pengguna.
Analisis ini bersifat informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi, hukum, atau pajak.