Industri
Logistik Last-Mile: Tren Armada Pengiriman, Kendaraan Listrik, dan Efisiensi Rute
Analisis tren logistik last-mile di Indonesia: lonjakan pengiriman paket, pilihan armada motor dan van, adopsi kendaraan listrik, optimasi rute, dan tantangan biaya pengiriman.
Pertumbuhan belanja daring membuat jutaan paket berpindah tangan setiap hari. Tahap terakhir pengiriman dari gudang ke pintu rumah, yang dikenal sebagai last-mile, sering menjadi bagian termahal dan paling menantang dalam rantai logistik.
Mengapa Last-Mile Mahal?
Pengiriman ke banyak alamat dengan jumlah paket kecil per alamat, kemacetan, alamat yang tidak jelas, dan pengiriman gagal karena penerima tidak ada membuat biaya per paket tinggi.
“Sepeda motor mendominasi pengiriman di perkotaan Indonesia karena lincah dan murah.”
Pilihan Armada
Sepeda motor mendominasi pengiriman di perkotaan Indonesia karena lincah dan murah. Van digunakan untuk volume lebih besar. Beberapa perusahaan mulai menguji kendaraan listrik untuk menekan biaya bahan bakar dan emisi.
Teknologi Optimasi Rute
Perangkat lunak optimasi rute membantu menentukan urutan pengiriman yang paling efisien, memperkirakan waktu tiba, dan memberi notifikasi kepada penerima. Titik pengambilan paket dan loker juga membantu mengurangi pengiriman gagal.
Kesejahteraan dan keselamatan kurir tetap harus menjadi perhatian di tengah tekanan kecepatan.
Arah ke Depan
Gudang mikro di dalam kota, kolaborasi antarperusahaan logistik, dan elektrifikasi armada menjadi tren yang perlu dicermati pelaku usaha.
Analisis ini bersifat informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi, hukum, atau pajak.